Proxmox Cluster HostData menggabungkan dua atau lebih dedicated server fisik dalam satu sistem terpadu berbasis Proxmox VE. Kelola semua VM dan container dari satu dashboard, dengan fitur live migration, High Availability otomatis, dan shared storage untuk performa yang stabil dan efisien.
Kelola semua dedicated server dari satu dashboard Proxmox Web UI. Buat, hapus, migrate VM & container tanpa harus masuk ke setiap server satu per satu.
Pindahkan VM yang sedang berjalan dari satu node ke node lain tanpa mematikan server. Berguna untuk maintenance, balancing beban, atau upgrade hardware.
Jika satu node mati, Proxmox HA Manager otomatis merestart VM ke node lain yang masih hidup. Aplikasi Anda tetap jalan dengan minimal gangguan.
Hubungkan NFS, Ceph, atau iSCSI sebagai shared storage antar node. VM bisa diakses dan dijalankan dari node mana pun dalam cluster.
Jalankan VM full virtualization (KVM) dan container ringan (LXC) berdampingan. Fleksibel untuk workload berat maupun microservice ringan sekaligus.
Semua CPU core, RAM, dan storage dari seluruh node digabung menjadi satu pool resource. Tidak ada yang idle, alokasi VM lebih fleksibel dan efisien.
Minimal pesan 2 node = Rp 6jt/bulan untuk cluster
Minimal pesan 2 node = Rp 8jt/bulan untuk cluster
Minimal pesan 2 node = Rp 10jt/bulan untuk cluster
Minimal pesan 2 node = Rp 12jt/bulan untuk cluster
Ganti pemborosan server fisik yang underutilized dengan pool resource terpusat. Buat VM on-demand untuk setiap departemen, kelola dari satu panel IT.
Bangun layanan hosting VPS sendiri di atas Proxmox Cluster. Buat VM untuk pelanggan, atur resource per pelanggan, dan scale dengan menambah node.
Jalankan banyak environment (dev, staging, production) di VM terpisah tapi dalam satu cluster. Clone VM dalam hitungan menit untuk testing tercepat.
Tempatkan primary & replica database di node berbeda. Jika satu node mati, HA Manager otomatis failover — database tetap tersedia untuk aplikasi.
Jadikan satu node sebagai disaster recovery. Backup VM dijadwalkan otomatis; jika node utama bermasalah, restore ke node DR dalam hitungan menit.
Pindahkan VM yang sedang berjalan dari satu node ke node lain tanpa mematikan server. Berguna untuk maintenance hardware, load balancing, atau upgrade node tanpa ganggu layanan.
Scope setup Proxmox Cluster HostData:
Tim HostData membantu instalasi Proxmox VE, join cluster, konfigurasi Corosync, jaringan dasar, dan storage lokal — hingga panel siap diakses. Pembuatan VM, konfigurasi HA policy, instalasi OS di dalam VM, dan setup aplikasi menjadi tanggung jawab pelanggan. Konsultasi teknis tetap tersedia via WhatsApp/Ticket.
Komponen | Keterangan | Hypervisor | Proxmox VE (KVM + LXC), open-source, enterprise-grade, dan gratis untuk lisensi dasar. | Cluster protocol | Corosync + pve-cluster untuk sinkronisasi konfigurasi antar node secara real-time. | Minimum node | Minimal 2 node DS, 3 node direkomendasikan untuk HA yang lebih optimal. | Live migration | Didukung, VM bisa dipindahkan antar node tanpa mematikan layanan. | High Availability | Didukung, HA Manager otomatis menjalankan ulang VM ke node lain jika terjadi kegagalan. | Storage shared | Opsional, NFS atau iSCSI bisa ditambahkan; storage lokal tiap node juga dapat digunakan. | Virtualisasi | KVM (VM) + LXC (Container) dalam satu platform. | Backup | Didukung, backup VM/container dapat dijadwalkan langsung dari panel Proxmox. | Lokasi | Jakarta DC M-TEN, dengan latensi antar node sangat rendah. | Konektivitas cluster | Menggunakan IP lokal privat untuk komunikasi antar node. | Scope setup HostData | Hingga cluster siap, termasuk instalasi Proxmox, join cluster, dan konfigurasi jaringan serta storage dasar. |
|---|
Dengan koneksi lokal antar VPS, HostData membantu Anda menjalankan arsitektur aplikasi yang lebih optimal untuk kebutuhan production.
Proxmox Cluster memerlukan minimal 2 node untuk membentuk cluster dan menjalankan fitur dasarnya, seperti manajemen terpusat dan live migration. Untuk High Availability yang lebih optimal, 3 node direkomendasikan agar quorum tetap terpenuhi saat satu node mengalami gangguan.
Tidak harus sama persis, tetapi sangat disarankan menggunakan spesifikasi yang setara agar cluster lebih stabil dan mudah dikelola. Jika ada perbedaan spesifikasi, alokasi resource VM sebaiknya menyesuaikan node dengan spesifikasi paling kecil agar live migration tetap lancar.
Bisa. Anda cukup menambahkan dedicated server baru dan meminta tim HostData untuk join ke cluster yang sudah ada. Proses ini tidak menghentikan cluster yang sedang berjalan, dan node baru akan langsung tersedia setelah berhasil tergabung.
Bisa, dan ini salah satu use case yang paling umum. Anda dapat membangun VPS di atas cluster Proxmox, lalu menjualnya ke pelanggan, termasuk jika ingin menambahkan panel manajemen seperti WHMCS atau Virtualizor.
Proxmox VE adalah open-source dan dapat digunakan gratis tanpa lisensi berbayar. Lisensi enterprise tersedia untuk support resmi dan update enterprise, tetapi sifatnya opsional.
Data VM tidak hilang. Jika High Availability aktif, Proxmox HA Manager dapat memindahkan layanan ke node lain yang masih aktif, dan jika menggunakan shared storage VM dapat diakses dari node lain dengan lebih cepat.
Tidak, scope bantuan HostData hanya sampai cluster Proxmox siap digunakan, termasuk Proxmox Web UI aktif, semua node join, dan jaringan dasar berfungsi. Instalasi OS, aplikasi, database, serta konfigurasi layanan di dalam VM menjadi tanggung jawab pelanggan.
