Dengan VPS Cluster HostData, beberapa VPS Anda berjalan di host yang saling terhubung langsung melalui jaringan internal di data center. Antar VPS dapat berkomunikasi menggunakan IP lokal dengan latensi di bawah 1 ms, sehingga lebih ideal untuk arsitektur aplikasi yang membutuhkan koneksi cepat, stabil, dan efisien tanpa keluar ke internet publik.
VPS dalam cluster saling terhubung via jaringan lokal layer 2, sehingga pertukaran data antar node jauh lebih cepat dibanding internet publik.
Cluster ini mendukung load balancer, app server, database replica, Redis, dan Kubernetes.
Komunikasi antar VPS memakai IP lokal dan tidak dihitung sebagai bandwidth publik.
Backup, monitoring, firewall, hardening dasar, dan security check membantu mengurangi risiko gangguan operasional.
Setiap VPS tinggal di server fisik (host) yang berbeda. Ini memastikan tidak ada single point of failure jika satu host bermasalah, VPS lain di host berbeda tetap berjalan.
Semua host di data center dihubungkan oleh core switch dengan kabel ethernet fisik berkecepatan tinggi. Ini adalah koneksi layer 2 langsung, bukan tunneling atau VPN.
Setiap VPS dalam cluster mendapat IP lokal (misal 10.20.0.x). Traffic antar VPS menggunakan IP ini tidak keluar ke internet publik, lebih cepat dan lebih aman.
Karena trafik hanya melewati kabel dan switch lokal tanpa routing internet latensi antar VPS bisa mencapai 0.1–0.5ms. Jauh lebih cepat dari koneksi antar VPS di provider berbeda.
Dua VPS yang berada di host berbeda, tapi terhubung dalam satu cluster jaringan lokal di Jakarta DC. Hasilnya bisa dilihat di terminal:
VPS yang ada di dua provider berbeda harus berkomunikasi lewat internet publik. Hasilnya latensi jauh lebih tinggi dan tidak stabil:
Anda order beberapa VPS. HostData membuatkan VPS-VPS tersebut di host yang terhubung dalam jaringan DC yang sama, lalu mengassign IP lokal ke setiap VPS.
Begitu VPS menyala, interface jaringan lokal langsung aktif. Tidak perlu setup VPN atau tunnel koneksi langsung via layer 2 ethernet seperti komputer dalam satu kantor.
VPS bisa langsung ping, SSH, connect database, atau berkomunikasi lewat port apa saja menggunakan IP lokal. Firewall publik tetap melindungi akses dari internet.
Satu VPS menjalankan Nginx atau HAProxy sebagai load balancer, lalu mendistribusikan request ke beberapa VPS app server via IP lokal. Traffic publik hanya masuk ke load balancer sehingga app server tidak perlu expose port ke internet.
VPS database primary menerima write dari app server via IP lokal. Replica di VPS lain melakukan sinkronisasi real-time lewat jaringan internal, sehingga query read dapat diarahkan ke replica untuk membantu distribusi beban.
Redis berjalan di VPS terpisah khusus untuk cache dan queue. App server terhubung ke Redis melalui IP lokal. Konfigurasi bisa memakai Redis Sentinel untuk high availability atau Redis Cluster untuk distribusi data.
Jalankan Kubernetes dengan VPS sebagai node master dan worker. Komunikasi antar pod dan node menggunakan IP lokal agar overhead jaringan lebih kecil, cocok untuk microservices dan workload container yang perlu orkestrasi.
Setiap VPS dapat menjalankan satu service khusus seperti auth, payment, notification, atau API gateway. Komunikasi service-to-service lewat IP lokal biasanya lebih efisien, lebih aman, dan lebih stabil untuk trafik internal.
Satu VPS dapat dijadikan NFS server atau storage node untuk kebutuhan file sharing internal. VPS lain bisa me-mount storage tersebut melalui IP lokal agar proses backup, file sinkronisasi, dan akses media internal lebih cepat.
Traffic lokal tidak dihitung sebagai bandwidth publik:
Komunikasi antar VPS dalam cluster menggunakan jaringan internal DC HostData. Traffic ini tidak melewati interface publik dan tidak dihitung sebagai konsumsi bandwidth internet. Artinya Anda bisa melakukan replication, sync, atau transfer data besar antar VPS tanpa khawatir kuota bandwidth.
Spesifikasi | Keterangan | Tipe koneksi | Koneksi fisik langsung antar host bukan overlay atau VPN. | Kecepatan internal | 1 Gbps ke core switch. | Latensi antar VPS | Sangat rendah sekitar 0.1–0.5 ms. | Akses pengelolaan | Melalui SSH atau web management. | Bandwidth internal | Tidak dihitung sebagai bandwidth publik. | Setup VPN tambahan | Tidak diperlukan. | Lokasi | Jakarta Data Center. | Konektivitas cluster | Menggunakan IP lokal privat. | Firewall antar node | Dapat dikonfigurasi sesuai kebutuhan. | Skalabilitas cluster | Fleksibel dan mudah diperluas. |
|---|
Dengan koneksi lokal antar VPS, HostData membantu Anda menjalankan arsitektur aplikasi yang lebih optimal untuk kebutuhan production.
Tidak perlu. VPS Cluster sudah menggunakan jaringan ethernet fisik di level data center, sehingga antar VPS dapat berkomunikasi langsung melalui IP lokal tanpa tambahan VPN atau tunnel.
Ya, bisa. Anda cukup memesan VPS baru dari HostData dan meminta agar node tersebut dihubungkan ke cluster yang sudah ada. Tim HostData akan menyesuaikan IP lokal dan memastikan konektivitas dengan node lainnya.
IP lokal akan diinformasikan saat VPS diserahkan. Anda juga dapat memeriksanya langsung dari dalam VPS menggunakan perintah ip addr show, biasanya pada interface kedua selain interface publik.
Ya, bisa. Ukuran VPS tidak memengaruhi kemampuan cluster selama seluruh node berada dalam jaringan lokal yang sama di DC Jakarta. Anda dapat menyesuaikan peran tiap node sesuai kebutuhan.
Ya, karena seluruh node menggunakan jaringan lokal ethernet yang sama, latensi antar VPS cenderung sangat stabil. Tidak ada fluktuasi yang umumnya disebabkan oleh routing internet atau perubahan jalur BGP.
Tidak ada biaya tambahan untuk traffic antar VPS melalui IP lokal. Traffic internal tidak dihitung sebagai bandwidth publik, sehingga Anda hanya membayar biaya VPS masing-masing node.
